Pagi tidak bertepi, ada yang menari di puncak hari
senja menghadang malam, malam semakin kelam
jejak tidak beranjak, tetap di pagi tanpa mentari
wajah-wajah bocah tegar mencari arah
pasrah tidak menyerah
mengaum dalam sajak jalanan
menantang malam dengan segenggam tangan kosong