bersahaja sahaya di antara mereka
bungkam, diam, diamlah aku yang dipaksakan,
terkulai kerontang mereka dan aku dipenjara
mimpi berkibar, terinjak diludahi
terungkap raga-raga di ujung lidah belatung
sekejap tak sigap dipatuk gagak
terperangkap tidak bergerak di bawah telapak kaki tuan
penjarakan aku, rantai tubuhku dalam lingkaran setan
bungkam mulutku butakan mataku
sumpal telingaku tebaslah setiap kaki-kaki tanganku
dan aku tertawa dalam gelapnya bayangan yang tak mampu tuan lampaui
fikiranku bebas sebebas aku berfikir
kapan juga itu, tuan
aku adalah fikiranku