Kelana, jiwa di jagad aksara meretas arah, meresah, di setiap hela dan desah terungkap, terangkai, dari sisa-sisa yang tidak sia-sia di antara puing dan sampah, dan terlahir menggugat kewarasan dalam perjudian kesadaran.
Sunday, 31 August 2014
Bisa Apa?
Dingin, lembut seperti dibelai
Terbuai, terkulai, seperti mati
Tanpa gerak
Tapi hidup
Tersenyum
Menjawab
Menatap
Tanpa guna
Sia-sia
Terdiam
Bereaksi
Kadang menggeliat
Tapi tidak menikmati
Terus hidup dan mati
Di negeri yang dipelacuri